PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Jepang adalah salah satu
negara maju yang cukup berpengaruh di dunia saat ini. Jepang banyak menghasilkan teknologi-teknologi canggih dan sekarang digunakan juga
oleh negara-negara lain.
Masyarakat Jepang
dikenal dengan sikap disiplin dan kerja kerasnya. Hal inilah yang menyebabkan
Jepang mengalami kemajuan yang sangat pesat setelah kejatuhan mereka pada
perang dunia ke-2. Jepang negara
yang memiliki budaya yang sangat unik. Mereka menjalani dua hal yang menjadi
kebalikan secara bersamaan misalnya, Jepang sangat maju dalam bidang teknologi,
tetapi masyarakat Jepang juga sangat menghargai alam dan menyukai sesuatu yang
bersifat alami, dan peduli tentang keadaan alamnya.
Dalam menjalani
kehidupannya masyarakat Jepang didukung dengan fasilitas- fasilitas yang
praktis dan canggih, dan saat ini kehidupan masyarakat Jepang juga sudah banyak
dipengaruhi oleh budaya masyarakat barat tetapi budaya tradisional mereka juga
tetap mereka jaga dan tetap memberi pengaruh dalam setiap kehidupan masyarakat
Jepang.
Budaya-budaya tradisional Jepang yang memberi
pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat Jepang diantaranya adalah budaya
kelompok dan budaya malu. Selain teknologi, dalam bidang kesusastraan Jepang
juga terus mengalami perkembangan. Jepang menghasilkan banyak karya sastra dan
dikenal di dunia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya novel hasil karya sastra
Jepang yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan juga memiliki banyak
peminat.
PEMBAHASAN
A.
Sistem
Pemerintahan
Jepang adalah negara kekaisaran,
yang mana kepala negaranya seorang kaisar dengan kepala pemerintahan seorang
perdana menteri. Ciri-ciri sistem pemerintahan Jepang adalah sebagai berikut.
a)
Bentuk pemerintahan adalah monarki
konstitusional dengan sistem demokrasi parlementer.
b)
Kepala pemerintahan dalah raja/kaisar.
Raja/kaisar Jepang sebagai simbol dan lambang kesatuan. Kepala perdana menteri
adalah perdana menteri.
c)
Pemilihan raja berdasarkan keturunan,
sedangkan perdana menteri berasal dari pimpinan partai mayoritas yang ada di
parlemen (House of Representatives).
d)
Parlemen menganut sistem bikameral
e)
Badan kehakiman adalah supreme court.
Jepang, menggabungkan sistem
pemerintahan dulu seperti kerajaan, dengan sistem pemerintahan yang banyak
diterapkan oleh negara-negara barat sekarang ini, sehingga sistem ini saling
menutupi kelemahannya satu sama lain.
Raja Jepang, merupakan bukanlah
seseorang yang satu-satunya menentukan kebijakan negara, sebab kebijakan ini
telah diserahkan seutuhnya kepada
perdana menteri yang dipilih oleh partai mayoritas di masyarakat.
Raja hanya merupakan simbol
pemersatu bangsa Jepang, sementara perdana menteri adalah orang yang ditugaskan
atau berperan besar dalam menentukan setiap arah kebijakan yang ditempuh oleh
negara tersebut. Kolaborasi sistem pemerintahan kekaisaran Jepang dan Perdana
Menteri sebagai pengambil kebijakan, membuat berjalannya sistem pemerintahan
negara mereka berjalan dengan baik, karena terbinanya kinerja antara satu sama
lain.
Jepang merupakan negara yang
memiliki konsep dwi partai, antara pemerintah dan oposisi, sehingga dalam
pelaksanaan politik, negara yang memegang prinsip dwi partai di negaranya,
lebih jelas dalam visi-misinya, pilihan rakyat dalam berdemokrasi juga tidak
dibuat bingung seperti di Indonesia yang memakai sistem multi partai, setiap
warga negara berhak mendirikan partai asalkan memenuhi syarat-syarat yang
berlaku.
Kekurangan sistem multi partai,
juga tidak konsentrasinya tentang visi misi dan perbedaan arah partai satu ke
partai yang lain, karena hampir semua partai memiliki visi misi yang sama.
Berbeda dengan sistem dwi partai, ada partai pemerintah dan ada partai oposisi,
tugas dari partai pemerintah adalah menjalankan fungsi negara dengan
sebaik-baiknya sesuai dengan tugas yang diberikan atas kemenangan dalam sebuah
pemilihan, sedangkan partai oposisi, bertugas untuk mengawasi pelaksanaan
sistem pemerintahan oleh partai pemerintah.
Walaupun berbeda, namun kedua
partai ini memiliki tujuan yang sama untuk membangun negara yang maju dan
makmur. Sistem dwi partai juga tidak rawan oleh penyalahgunaan kepentingan oleh
kelompok-kelompok tertentu, seperti sistem multi partai yang banyaknya
kelompok-kelompok berbeda di dalamnya, menyebabkan banyaknya kepentingan yang
tidak jelas yang rawan akan penyalahgunaan wewenang.
Jepang juga terkenal akan
industri-industrinya, seperti di bidang otomotif, elektronik, dan industri
hiburan.
Jepang menerapkan industri kreatif
di negaranya, industri kreatif berhasil diciptakan dengan sumber daya manusia
yang dimanfaatkan sebaik mungkin. Bekal pendidikan di Jepang, adalah aspek yang
sangat dianggap penting. Jepang menjunjung tinggi Ilmu Pengetahuan sebagai
dasar untuk membangun bangsanya. Perhatian terhadap guru-guru di Jepang sangat
tinggi oleh pemerintah, sebab dari sejak lama Para leluhur Jepang mengajarkan
untuk menghargai seorang guru, guru dianggap sebagai pondasi awal untuk
membangun generasi-generasi pembangun bangsa yang cerdas. Bangsa yang cerdas,
tentunya akan menghasilkan kesuksesan dalam memakmurkan kesejahteraan rakyat
seutuhnya.
Penegakan hukum di Jepang juga
sangat baik dan tegas, para aparatur hukum negara dalam membuat sebuah aturan
sangat jarang dalam pelanggarannya oleh masyarakat Jepang, mengapa ? karena
sanksi tegas yang diberikan sangatlah tegas, sehingga setiap warga menaati
aturan hukum Undang-Undang yang berlaku.
B.
Ideologi
Ideologi
Hakko Ichiu (Delapan Penjuru Dunia Di Bawah Satu Atap) merupakan ideologi yang
sangat diyakini oleh bangsa Jepang. Menurut ideologi ini, Jepang ditakdirkan
untuk menguasai dunia. Ideologi Hakko Ichiu ditanamkan melalui pendidikan di
sekolah-sekolah dan pertama kali dimulai melalui proses sosialisasi di kalangan
guru. Para guru inilah yang ditugasi untuk menanamkan dan menyebarkan ideologi
ini. Proses pelatihan untuk pemahaman Hakko Ichiu ini dilakukan di setiap
kabupaten dan berlangsung sekitar 3 bulan secara bergiliran hingga merata
C.
Kebijakan
Tahun 2004, Pemerintah Jepang menaikkan harga rokok.
Dengan dinaikkannya rokok, tidak menyebabkan ongkos kendaraan atau transportasi
menjadi naik.
Pada
tahun 2007 Pemerintah Jepang membuat larangan merokok di semua taksi di Jepang,
tidak terkecuali untuk pengemudinya. Tak hanya di angkutan umum, pemerintah
Jepang juga memberlakukan larangan merokok di area publik.
Tahun 2008,
Pemerintah Jepang mengeluarkan kartu “Taspo”, yaitu semacam SIK (Surat Ijin
Merokok), dengan tujuan anak di bawah umur 20 tahun tidak boleh merokok.
Masing-masing perokok wajib terdaftar sebagai perokok dan wajib memiliki kartu
tersebut. Kartu Taspo ini sangat sakti. Mesin penjual rokok atau toko tidak
akan menjual rokoknya kepada yang tidak memiliki kartu ini.
Meski
begitu, pemerintah Jepang tidak melakukannya dengan semena-mena. Mereka
memahami bahwa peraturan dibuat untuk mengakomodasi kepentingan semua lapisan
masyarakatnya.
Pemerintah
Jepang memang memberlakukan denda 5000 Yen atau senilai 400 ribu Rupiah jika
anda merokok di sembarang tempat, namun mereka juga menyediakan begitu banyak
ruang merokok di area publik. Hampir di setiap pusat kota terdapat beberapa
ruang merokok yang disediakan agar warga Jepang yang merokok tidak melanggar
peraturannya.
Dari
beberapa peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Jepang, bisa dilihat bahwa
peraturan yang dibuat di sana adalah sebuah produk hukum yang berupaya
mengakomodasi kebutuhan masyarakatnya. Pemerintah Jepang tidak semena-mena
dalam memberlakukan kebijakannya, karena dalam setiap peraturan yang dibuat
akan berdampak pada kehidupan masyarakatnya.
D.
Kepemimpinan
a) Perdana Menteri tidak mau menerima
gaji
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan bahwa dia
akan menyerahkan gajinya sampai krisis nuklir akibat tsunami di Jepang
berakhir. Gaji perdana menterinya yang sebesar 1.636.000 Yen sebulan
(Rp.163.600.000) dengan rela diserahkannya.
Pengumuman
perdana menteri ini dilakukan di hari yang sama dengan sekitar 100 warga Jepang
telah dievakuasi dari daerah dekat pabrik Jepang Fukushima Daiichi nuklir,
diizinkan pulang untuk mengumpulkan barang-barangnya. Setelah mengenakan
pakaian pelindung untuk menjaga terhadap radiasi, mereka diperbolehkan pergi ke
rumah mereka di desa Kawauchi. Mereka hanya diperbolehkan membawa satu tas
kecil dan bisa tinggal di rumah mereka selama dua jam.
Selain
menyatakan takkan menerima gajinya hingga krisis nuklir di negaranya usai, dia
juga meminta maaf kepada rakyat Jepang. “Sebagai orang yang bertanggung jawab
atas kebijakan ini, saya ingin menawarkan permintaan maaf saya kepada
masyarakat,” katanya dalam konferensi pers.
b) Menangis Karena Merasa Tidak Bisa
Berbuat Apa-apa
Managing
Director Tokyo Elektrik Power Company, Akio Komiri, perusahaan yang mengelola
pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima langsung menangis sesaat setelah
meninggalkan jumpa pers saat pemerintah Jepang secara resmi mengumumkan tingkat
radiasi yang ditimbulkan dari ledakan sejumlah reaktor di PLTN tersebut
berisiko membunuh manusia yang terpapar radiasi.
Badan
Pengamanan Nuklir dan Industri Jepang telah mengakui jika bencana nuklir yang
terjadi di Negara Matahari Terbit itu telah mencapai leve. Sebuah level yang menurut
badan Internasional Energi Atom PBB sebagai tingkatan yang bisa membunuh
manusia.
c) Mengundurkan diri
Jepang
adalah negara yang kerap diwarnai pengunduran diri pejabat. Budaya malu dan
merasa bersalah begitu kental dalam kehidupan mereka. Apabila seorang pejabat
publik bersalah, secara otomatis ia akan mengundurkan diri dari jabatannya.
Misalnya saja kasus pengunduran diri Menteri Luar Negeri Jepang, Seiji Maehara.
Ia mengundurkan diri dari jabatannya karena terbukti menerima donasi dari warga
Korea Selatan yang bermukim di Tokyo. Total nilai donasinya hanya 250.000 Yen
(sekitar Rp 25 juta).
Uang
tersebut tidak sepeserpun digunakan untuk pribadi Maehara, namun sebagai dana
sumbangan partai politiknya, atau Partai Demokrat Jepang (DPJ). Entah karena
tidak tahu, atau kurang teliti, tenyata pemberian itu melanggar UU Partai
Politik di Jepang, yang tidak boleh menerima sumbangan dari bukan warga negara.
Meski jumlahnya tidak besar, hanya Rp 25 juta, Maehara tetap dianggap
melanggar.
d) Memberikan pidato agar rakyat
bersemangat
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan memberikan pidato
yang sangat mengharukan dan dapat membakar semangat warga Jepang akan cepat
bangkit dari keterpurukan pasca tsunami. Ia menyatakan, “Kami akan membangun
kembali Jepang dari awal. Dalam sejarah Jepang, bangsa ini terbentuk dari pulau
kecil namun secara ajaib mampu menunjukkan pertumbuhan ekonomi dengan upaya
dari semua warga negara Jepang. Itulah cara Jepang dibangun,” katanya dalam
pidato yang disiarkan televisi.
e) Berani Menerima resiko demi
menenangkan warganya
Politisi Partai Demokratik Jepang, Yasuhiro Sonoda
meminum air dari reaktor nuklir Fukushima. Video peristiwa ini telah beredar di
Youtube. Anggota Parlemen Jepang itu mencoba membuktikan bahwa air tanah (yang
telah dimurnikan) di bawah kawasan reaktor nuklir Fukushima aman untuk diminum.
Pejabat kabinet pemerintah itu tertantang membuktikan pernyataan pemerintah
secara langsung di depan para jurnalis.
Sebelumnya penduduk sekitar reaktor Fukushima memang
diserang kekhawatiran atas keamanan air di wilayah tersebut pascakerusakan
reaktor nuklir akibat tsunami tahun 2011. Air yang diminum diolah dari bawah
permukaan gedung 5 dan 6 reaktor tersebut. Menurut operator pabrik Tokyo
Electric Power Co, air yang dimurnikan itu disedot dari tanki penyimpanan pada
22 Oktober 2011. Air itu lalu di rebus dan disterilkan. Air itu dinyatakan
bebas dari kontaminasi radioaktif.
E.
Ekonomi
Jepang merupakan salah satu Negara paling
maju di dunia. Saat ini ekonomi pasar bebas dan industri Jepang merupakan yang
ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Republik Rakyat Cina,
dilihat dari segi varitas daya beli internasional. Ekonomi jepang ini dibentuk
dari semua elemen yang membentuk ekonomi modern yaitu : industri, perdagangan,
pertanian, dan lain sebagainya. Kesemuanya ini disokong oleh sistem informasi
dan transportasi serta perbankan yang baik.
Faktor lain, yang juga mendukung perekonomian
Jepang adalah hubungan baik dengan berbagai banyak negara yang akhirnya
membantu melancarkan perdagangan luar negerinya. Ciri-ciri khas ekonomi Jepang
di antaranya adalah kerja sama yang erat diantara perusahaan yang bergerak di
bidang pengilangan, perbekalan, pengedaran, dan bank (kelompok kerja sama ini
disebut keiretsu), negosiasi upah antara perusahaan swasta dengan serikat buruh
(shunto), hubungan baik dengan birokrasi pemerintahan, dan jaminan karir
sepanjang hayat (shushin koyo) untuk hampir sepertiga tenaga kerja di kota,
serta jaminan kontrak kerja bagi buruh.
Secara keseluruhan, selama tiga dekade,
pertumbuhan ekonomi Jepang sebenarnya amat mengagumkan: rata-rata 10% pada
dekade 1960-an, rata-rata 5% pada 1970-an, dan rata-rata 4% pada 1980-an. Hal
itu didorong dari banyaknya investasi di sektor-sektor industri dan juga
tingginya tabungan rakyat pada saat itu yang membantu pertumbuhan perbankan
yang solid. Modal ini kemudian banyak digunakan dalam hal pengenalan teknologi
baru, kebanyakan dibawah lisensi perusahaan asing.
Dalam pertumbuhan ekonominya, Jepang sering
mengalami pasang surut. Salah satu contoh penurunannya adalah pada tahun 1974,
pertumbuhan ekonomi jepang turun sampai –0.5%, sangat berbeda dari pertumbuhan
ekonominya pada tahun 1960-an hingga awal 1970-an yang bisa mencapai 11%. Ini
disebabkan karena terjadinya krisis minyak. Hal itu membuktikan kelemahan
ekonomi Jepang yang sangat tergantung pada impor minyak sebagai sumber energi
dari negara lain. Pertumbuhan ini pun kembali melesu pada dekade 1990-an, terutamanya
disebabkan dampak sampingan perburuhan secara berlebihan selepas tahun 1980-an
dan dasar-dasar ekonomi pengurangan inflasi yang bertujuan membebaskan diri
dari kelebihan spekulasi pasaran saham dan harga penjualan tanah.
Di awal tahun 2008 ini, pertumbuhan ekonomi
Jepang kembali bergerak lambat, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah
satu diantaranya yaitu merosotnya investasi perumahan. Menurunnya investasi di
sektor perumahan tersebut disebabkan berkurangnya aktivitas konstruksi akibat
pengetatan regulasi Juni tahun lalu. Hal tersebut dilakukan menyusul skandal
pemalsuan data bangunan pendirian beberapa blok apartemen oleh seorang arsitek
Jepang. Para pengusaha di sektor perumahan juga mengaku kesulitan menyesuaikan
diri dengan kebijakan baru tersebut, sehingga mereka memilih untuk menahan dulu
investasi di sektor tersebut. Tantangan terbesar yang dihadapi Pemerintah
Jepang, menurut mereka, adalah membenahi sektor belanja konsumen yang mengalami
keterpurukan akibat menurunnya sentimen, lambatnya pertumbuhan upah, dan
melambungnya sejumlah harga komoditas.
§
Sistem Ekonomi Jepang
Ekonomi pasar bebas dan terindustrisasi
Jepang merupakan ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Cina
dalam istilah paritas daya beli internasional. Ekonominya sangat efisien dan
bersaing dalam area yang berhubungan ke perdagangan internasional, tapi
produktivitas lebih rendah di bidang agriklutur, distribusi, dan pelayanan.
Setelah mencapai pertumbuhan ekonomi
tertinggi di dunia dari 1960-an ke 1980-an, ekonomi Jepang merosot secara
drastis pada awal 1990-an, ketika "ekonomi gelembung" jatuh.
Persediaan kepemimpinan industri dan teknisi, pekerja yang berpendidikan tinggi
dan bekerja keras, tabungan dan invesatasi besar dan promosi intensif pengembangan
industri dan perdagangan internasional telah memproduksi ekonomi industri yang
matang.
Jepang memiliki sumber daya alam yang rendah,
tetapi perdagangan menolongnya mendapatkan sumber daya untuk ekonominya.
Meskipun prospek ekonomi jangka panjang
Jepang masih bagus, namun sekarang dia berada dalam resesi terburuknya sejak
Perang Dunia II. Harga saham dan properti tetap yang turun, menandai akhir dari
"ekonomi busa" 1980-an. GDP nyata di Jepang tumbuh rata-rata sekitar
1% antara 1991-98, dibandingkan dengan 1980-an sekitar 4%. Pertumbuhan di
Jepang pada dekade ini lebih rendah dari pertumbuhan negara maju lainnya.
Jepang memasuki masa resesi pada awal millenia, dimulai oleh resesi di Amerika
Serikat, tetapi sejak 2003 telah mulai tumbuh kembali dengan kuat dan pada 2004
menikmati pertumbuhan tertinggi sejak 1990.
§
Sektor jasa
Sejumlah tiga perempat dari total penghasilan
ekonomi Jepang berasal dari sektor jasa. Industri utama sektor jasa di Jepang
berupa bank, asuransi, realestat, bisnis eceran, transportasi, dan telekomunikasi.
Mitsubishi UFJ, Mizuho, NTT, TEPCO, Nomura, Mitsubishi Estate, Tokio Marine,
Japan Railway, Seven & I, dan Japan Airlines adalah nama-nama perusahaan
Jepang yang termasuk perusahaan terbesar dunia. Kebijakan Pemerintah Jepang di
masa Perdana Menteri Junichiro Koizumi melakukan swastanisasi Japan Post. Enam
keiretsu utama terdiri dari grup Mitsubishi, Sumitomo, Fuyo, Mitsui, Dai-Ichi
Kangyo, dan Sanwa. Sejumlah 326 perusahaan Jepang berada dalam daftar Forbes
Global 2000 atau 16,3% dari total perusahaan dalam daftar Forbes Global 2000
pada tahun 2006.
§
Sektor industry
Industri ekspor utama Jepang adalah otomotif,
elektronik konsumen (lihat industri elektronik konsumen Jepang), komputer,
semikonduktor, besi, dan baja. Industri penting lain dalam ekonomi Jepang
adalah petrokimia, farmasi, bioindustri, galangan kapal, dirgantara, tekstil,
dan makanan yang diproses. Industri manufaktur Jepang banyak bergantung pada
impor bahan mentah dan bahan bakar minyak.
Kawasan industri tersebar di sejumlah
prefektur. Di wilayah Kantō, kawasan industri berada di Chiba, Kanagawa,
Saitama, dan Tokyo (kawasan industri Keihin). Di wilayah Tōkai, kawasan
industri Chukyo-Tokai berada di Aichi, Gifu, Mie, dan Shizuoka. Di wilayah
Kansai, kawasan industri Hanshin berada di Osaka, Kyoto, dan Kobe. Kawasan
industri Setouchi mencakup barat daya Pulau Honshu dan bagian utara Shikoku
sekitar Laut Pedalaman Seto, sementara di Kyushu, kawasan industri berada di
bagian utara Kyushu (Kitakyūshū)
§
Pertanian
Padi adalah tanaman pangan terpenting di
Jepang. Pemandangan sawah dan hasil panen di Kurihara, Prefektur Miyagi pada
musim gugur
Walaupun hanya 12% dari luas daratan di
Jepang yang bisa dipergunakan untuk pertanian, namun hasilnya termasuk
memuaskan. Besarnya hasil pertanian didukung oleh kesuburan lahan pertanian
karena tanah yang mengandung abu vulkanis. Di samping itu, penggarapan lahan
pertanian dilakukan secara intensif dengan didukung teknologi maju. Sektor
pertanian adalah sektor yang diproteksi pemerintah dan menerima subsidi dalam
jumlah besar.
Hasil pertanian Jepang berupa padi, kentang,
jagung, gandum, kacang, kedelai, dan teh. Hasil peternakan berupa babi, ayam,
telur, sapi dan susu. Sayur-sayuran berupa lobak, kubis, ketimun, tomat,
wortel, bayam, dan selada. Sedangkan buah-buahan yang banyak ditanam adalah
apel dan jeruk. Apel merupakan produk unggulan Tohoku dan Hokkaido. Buah pir
merupakan produk pertanian unggulan Prefektur Tottori. Perkebunan jeruk berada
di Shikoku, Shizuoka, dan Kyushu. Tanaman pir dan jeruk dibawa masuk ke Jepang
oleh pedagang Belanda di Nagasaki pada akhir abad ke-18.
Padi adalah tanaman pangan yang sangat
diproteksi pemerintah Jepang. Beras impor dikenakan bea masuk 490% dan
pembatasan kuota sebesar 7,2% dari rata-rata konsumsi beras tahun 1968 hingga
1988. Impor di luar kuota tidak dilarang, namun dikenakan bea masuk \341 per
kilogram. Tarif bea masuk beras impor yang sekarang (490%) diperkirakan akan
naik menjadi 778% menurut perhitungan baru yang akan diberlakukan sesuai
Putaran Doha.
Walaupun Jepang biasanya dapat melakukan
swasembada beras (kecuali beras untuk membuat senbei dan makanan olahan),
Jepang harus mengimpor 50% dari kebutuhan konsumsi serealia dan bergantung pada
impor daging. Jepang mengimpor gandum, sorgum, dan kedelai dalam jumlah besar,
terutama dari Amerika Serikat. Jepang merupakan pasar terbesar bagi ekspor
pertanian Uni Eropa.
§
Perikanan
Jepang menempati urutan ke-2 di dunia di
belakang Republik Rakyat Cina dalam tonase penangkapan ikan (tahun 1989: 11,9
juta ton), kenaikan tipis dari 11,1 juta ton pada tahun 1980. Setelah terjadi
krisis minyak 1973, perikanan laut dalam di Jepang menurun. Pada tahun 1980-an,
total tangkapan ikan per tahun rata-rata 2 juta ton. Perikanan lepas pantai
mencapai 50 % dari penangkapan ikan total pada akhir 1980-an, meski beberapa
kali mengalami kenaikan dan penurunan.
Perikanan pesisir dilakukan dengan perahu
kecil, jala, atau teknik penangkaran terhitung sekitar sepertiga produksi total
industri perikanan Jepang. Sementara itu, perikanan lepas pantai dengan kapal
ukuran menengah terhitung sekitar lebih dari separuh produksi total. Di antara
hasil laut yang diambil misalnya: sarden, cakalang, kepiting, udang, salem,
cumi-cumi, kerang, tuna, saury, yellowtail, dan makerel.
Jepang termasuk salah satu negara yang
memiliki armada perikanan terbesar di dunia. Walaupun demikian, Jepang adalah
negara pengimpor hasil laut terbesar di dunia (senilai AS$ 14 milyar) Sejak
tahun 1996, Jepang berada di peringkat ke-6 dalam total tangkapan ikan di bawah
RRC, Peru, Amerika Serikat, Indonesia, dan Chili. Jepang juga menebarkan
kontroversi dengan mendukung perburuan ikan paus.
F. Politik
Sistem politik Jepang adalah
menganut negara monarki konstitusional yang sangat membatasi kekuasaan Kaisar
Jepang.Sebagai kepala negara seremonial, kedudukan Kaisar Jepang diatur dalam
konstitusi sebagai “simbol negara dan pemersatu rakyat”. Kekuasaan pemerintah
berada di tangan Perdana Menteri Jepang dan anggota terpilih Parlemen Jepang,
sementara kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat Jepang. Kaisar Jepang
bertindak sebagai kepala Negara dalam urusan diplomatik.
Parlemen Jepang adalah parlemen
dua kamar yang dibentuk mengikuti sistem Inggris. Parlemen Jepang terdiri dari
Majelis Rendah dan Majelis Tinggi. Majelis Rendah Jepang terdiri dari 480
anggota dewan. Anggota majelis rendah dipilih secara langsung oleh rakyat
setiap 4 tahun sekali atau setelah majelis rendah dibubarkan.
Majelis Tinggi Jepang terdiri dari
242 anggota dewan yang memiliki masa jabatan 6 tahun, dan dipilih langsung oleh
rakyat. Warganegara Jepang berusia 20 tahun ke atas memiliki hak untuk memilih.
Kabinet Jepang beranggotakan
Perdana Menteri dan para menteri. Perdana Menteri adalah salah seorang anggota
parlemen dari partai mayoritas di Majelis Rendah. Partai Demokrat Liberal (LDP)
berkuasa di Jepang sejak 1955, kecuali pada tahun 1993. Pada tahun itu
terbentuk pemerintahan koalisi yang hanya berumur singkat dengan partai
oposisi. Partai oposisi terbesar di Jepang adalah Partai Demokratik Jepang.
Perdana Menteri Jepang adalah
kepala pemerintahan. Perdana Menteri diangkat melalui pemilihan di antara
anggota Parlemen. Bila Majelis Rendah dan Majelis Tinggi masing-masing memiliki
calon perdana menteri, maka calon dari Majelis Rendah yang diutamakan. Pada
praktiknya, perdana menteri berasal dari partai mayoritas di parlemen.
Menteri-menteri kabinet diangkat oleh Perdana Menteri.
Kaisar Jepang mengangkat Perdana
Menteri berdasarkan keputusan Parlemen Jepang, dan memberi persetujuan atas
pengangkatan menteri-menteri kabinet. Perdana Menteri memerlukan dukungan dan
kepercayaan dari anggota Majelis Rendah untuk bertahan sebagai Perdana Menteri.
Jepang adalah sebuah negara
kepulauan yang didirikan oleh Kaisar Jimmu pada abad ke-7 SM. Jepang merupakan
sebuah negara yang paling disegani di wilayah Asia karena memiliki tekhnologi
yang jauh lebih maju dibandng dengan negara-negara di sekitarnya. Di Jepang
terdapat 47 pemerintah daerah tingkat prefektur (setingkat provinsi) dan
memiliki lebih dari 3300 pemerintah daerah pada tingkat bawah. Para kepala
pemerintah daerah tersebut dipilih oleh rakyat setempat melalui pemilihan.
Bentuk negara Jepang sendiri
adalah sebuah negara yang monarki konstitusional yang sangat membatasi
kekuasaan Kaisar Jepang. Mengenai sistem pemerintahan, Jepang menjalankan
sistem pemerintahan parlementer, sama seperti yang dijalankan di Negara Inggris
dan Kanada. Sejak tahun 1947 di Jepang mulai berlaku sebuah konstitusi atau
Udang-Undang Dasar yang didasarkan pada tiga prinsip, yaitu : kedaulatan
rakyat, hormat terhadap hak – hak asasi manusia, dan penolakan perang. Di dalam
konstitusi ini juga menetapkan tentang tiga kemandirian badan pemerintah yang
terdiri dari :
* Badan Legislatif
biasa disebut Diet atau parlemen
* Badan Eksekutif
terdiri dari anggota cabinet
* Badan Yudikatif
berfungsi sebagai pengadilan hokum
Di Jepang, jabatan kepala negara
ada di tangan Kaisar. Walaupun demikian, fungsi Kaisar sebagai kepala negara
hanyalah sebagai seremonial belaka. Karena kedudukan Kaisar sendiri diatur dalam
Undang-Undang Dasar sebagai simbol dan pemersatu rakyat. Sehingga Kaisar Jepang
hanya bertindak sebagai kepala negara yang mengurusi segala urusan yang
berhubungan dengan diplomatik. Sedangkan untuk jabatan kepala pemerintahan ada
di tangan perdana menteri.
Diet sebagai badan tertinggi dari
kekuasaan negara juga berfungsi sebagai pembuat undang-undang. Anggota Diet
terdiri dari Majelis Rendah dengan 480 anggota dan Majelis Tinggi dengan 242
anggota. Para anggota Diet akan memilih Perdana Menteri dari kalangan mereka
sendiri. Kemudian Perdana Menteri terpilih akan membentuk kabinet. Kabinet akan
bertugas dibawah kepemimpinan Perdana Menteri, tetapi kabinet dalam mejalankan
tugasnya akan bertanggung-jawab kepada Diet.
Kewenangan Yudikatif ada di tangan
Mahkamah Agung serta pengadilan-pengadilan yang lebih rendah. Di Jepang,
pengadilan-pengadilan yang mengurusi masalah hukum terdiri dari: Pengadilan
Tinggi, Pengadilan Distrik, dan Pengadilan Sumir (menangani kasus ringan,
seperti pelanggaran lalu lintas). Mahkamah Agusng sendiri terdiri dari Ketua
Mahkamah Agung dan 14 hakim lainnya. Ketua Mahkamah Agung dan semua anggotanya
ditunjuk oleh kabinet.
G.
Sosial Budaya
Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya asli Jomon
yang kokoh dengan pengaruh dari luar negeri yang menyusul. Mula-mula Cina dan
Korea banyak membawa pengaruh, bermula dengan perkembangan budaya Yayoi sekitar
300 SM.
Kini Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop
yang terbesar. Anime, manga, mode, film, kesusastraan, permainan video,dan
musik Jepang menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di
negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan
kegemaran mengikut gaya mereka memengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasar
muda-mudi yang amat baik merupakan ujian untuk produk-produk elektronik
konsumen yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang,
sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh dunia.
Baru-baru ini Jepang mula mengekspor satu lagi komoditas
budaya yang bernilai: olahragawan. Popularitas pemain bisbol Jepang di Amerika
Serikat meningkatkan kesadaran warga negara Barat tersebut terhadap segalanya
mengenai Jepang.
Orang Jepang biasanya gemar memakan makanan tradisi
mereka. Sebagian besar acara TV pada waktu petang dikhususkan pada penemuan dan
penghasilan makanan tradisional yang bermutu. Makanan Jepang mencetak nama di
seluruh dunia dengan sushi, yang biasanya dibuat dari berbagai jenis ikan
mentah yang digabungkan dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki banyak penggemar
di seluruh dunia. Makanan Jepang bertumpu pada peralihan musim, dengan
menghidangkan mi dingin dan sashimi pada musim panas, sedangkan ramen panas
danshabu-shabu pada musim dingin.
Agama yang paling dominan di Jepang adalah budha. Data
pada tahun 1994 mencatat pemeluk agama ini 90 juta jiwa. Agama Kristen juga
termasuk agama yang banyak pemeluknya, yaitu mencapai 1.5 juta jiwa. Selain itu
masih banyak agama dan kepercayaan lainnya, di antara agama-agama itu muslim
diperkirakan 100 ribu jiwa. Angka itu sudah termasuk warga asing yang tinggal
sementara di Jepang.
Sinto merupakan satu kepercayaan di Jepang yang telah ada
sejak zaman dahulu kala. Sinto merupakan kepercayaan yang menekankan bahwa alam
ini memiliki kekuatan, seperti sungai, batu, dan lain sebagainya. Pada masa
sebelum Perang Dunia II, Sinto merupakan agama resmi negara. Namun saat ini
tidak lagi. Kepopulerannya dikalahkan Agama Budha. Walaupun demikian、identitas agama di Jepang sudah sedemikian pudarnya
sehingga kebanyakan orang Jepang merayakan kelahiran di kuil Sinto, pernikahan
di gereja, dan upacara kematian di kuil Budha.
Salah satu budaya Jepang yang masih menunjukkan bahwa
mereka belum melupakan adat istiadatnya adalah banyaknya festival-festival yang
diadakan. Yang terbesar antara lain adalah festival Tanabata dan festival Bon.
Pada saat festival seperti ini semua orang berkumpul di lapangan atau pun
jalan-jalan dan bergembira sambil menari dan minum-minuman keras. Yang terakhir
ini pun termasuk budaya Jepang yang turun-temurun dari dahulu kala.
§ Tradisi
Penamaan di Jepang
Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan
first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho),
selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di
Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama
keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya
umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji,
nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama
keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan
Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga,
mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap
mempertahankan nama keluarganya. Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun
1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka
diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga [2]. Hal ini terjadi karena
pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”(家) dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi
muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah,
ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian
tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang
§ Kebiasaan
Baik Masyarakat Jepang
Rajin dan Giat Belajar
Jepang bisa maju seperti sekarang ini karena mereka rajin
belajar, murid - murid di Jepang biasa belajar sampai lebih dari 12 jam, dari
pagi pukul 08.00 sampai pukul 17.00. Setelah selesai di sekolah mereka tidak
langsung pulang tapi mereka belajar di Juku ( semacam bimbingan belajar).
Mereka belajar di Juku bisa sampai pukul 22.00 dan baru pulang sekitar pukul
24.00. Kalau tidak ada kegiatan di juku mereka biasanya mengikuti les yang
menunjang bakat mereka misalnya menari, karate, les piano dan lain-lain
Disiplin Waktu
Masyrakat Jepang sangat mengahargai waktu. Disana mereka
berangkat kerja dan sekolah sangat pagi dan jarang sekali ada yang telat, itu
juga dikarenakan mereka lebih suka berangkat dengan kendaraan umum seperti
kereta, daripada berangkat dengan kendaraan pribadi mereka.
Sangat Kreatif dan Inofatif
Orang jepang bisa membuat berbagai macam kerajinan, misal
memasak, membuat roti, origami, dan masih banyak yang lainnya.
Menjaga Tradisi
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membmuat bangsa
Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Sampai saat ini masyarakat Jepang masih
terus melestarikan tradisi dan budaya dari jaman dulu. Tidak heran jika Jepang
menjadi salah satu negara yang memiliki budaya yang sangat menarik
§ Kebiasaan
Buruk Masyarakat Jepang
Bunuh Diri
Pada tahun 2012 tercatat setidaknya 76 orang bunuh diri
setiap harinya
Faktor bunuh diri yang sering terjadi adalah karena
tekanan tanggung jawab ekonomi.
Hikikomori berasal dari kata menarik diri. Kebanyakan
hikikomori adalah laki-laki, walau ada juga yang perempuan.
Faktor penyebab nya tidak begitu jelas, Namun kebanyakan
publik menyalahkan faktor keluarga, Tekanan akademik di sekolah, pelecehan di
sekolah (school bullying), dan video game di Jepang yang luar biasa menggoda.
Jumlah pastinya tidak diketahui pasti, ada yang
menghitung sekitar 1 persen dari populasi. Ini berarti sekitar 1 juta orang
Jepang hikikomori. Hitungan yang lebih konservatif berkisar antara 100 ribu dan
320 ribu orang yang hikikomori. Mereka biasanya berusia 20tahunan.
Yang mereka lakukan hanya diam dikamar dan bergulat
dengan dunia maya, menonton anime, baca manga, bahkan terkadang aktivitas makan
dan buang air kecil dilakukan dikamar. Walau tidak punya kamar mandi mereka
akan menampunya di plastik atau botol.
Hal yang terekstrim yang mereka lakukan adalah ada yang
menculik gadis kecil untuk "disimpan" sebagai "teman" di
kamarnya. mereka mungkin akan melepaskan gadis tersebut jika mereka ingin, atau
gadis itu harus mencari jalan keluarnya sendiri, atau dia tidak akan pernah
bisa keluar lagi.
Semakin tua seseorang hikikomori, semakin kecil kemungkinan
dia bisa berkompeten di dunia luarnya. Bila setahun lebih hikikomori, ada
kemungkinan dia tidak bisa kembali normal lagi untuk bekerja atau membangun
relasi sosial dalam waktu lama, menikah misalnya.
Beberapa tidak akan pernah meninggalkan rumah orang
tuanya. Pada banyak kasus, saat orang tuanya meninggal atau pensiun akan
menimbulkan masalah karena mereka tanpa kemampuan kerja dan sosial minimal –
bahkan untuk membicarakan masalahnya dengan orang lain atau kantor pemerintah.
H.
Hukum
Hukum awal Jepang sangat dipengaruhi oleh hukum Cina.
Sebelum karakter Cina yang ditransplantasikan dan diadopsi oleh Jepang, Jepang
punya alfabet mereka sendiri yang merekam sejarah mereka. Karakter Cina dikenal
ke Jepang di abad-abad sebelumnya, namun proses asimilasi karakter ini ke dalam
sistem bahasa asli mereka berlangsung pada abad ketiga. Hal ini disebabkan
semangat orang Jepang untuk transplantasi budaya peradaban benua canggih, yang
dicapai terutama melalui negara-negara yang berdekatan seperti Semenanjung
Korea bukan langsung dari daratan Cina. Dua sistem besar filsafat manusia dan
agama, Konfusianisme dan Buddha, secara resmi ditransplantasikan dalam 284-5
dan 522 AD masing-masing, dan menjadi sangat terakulturasi ke dalam pemikiran
Jepang adat dan etika. David dan Zweigert dan Kotz berpendapat bahwa yang lama
doktrin Cina Konfusius, yang menekankan sosial / kelompok / masyarakat harmonis
daripada kepentingan individu, telah sangat berpengaruh dalam masyarakat
Jepang, dengan konsekuensi bahwa individu cenderung menghindari litigasi
mendukung kompromi dan konsiliasi. Selain itu, berbagai seni canggih dan teknik
dalam setiap bidang produksi, seperti pertanian, tenun, pembuatan gerabah,
konstruksi bangunan, obat-obatan dan penyamakan, dibawa ke Jepang oleh para
imigran dari semenanjung tersebut. Pengaruh menyapu imigran ini dibuktikan
dengan banyak nama asal Cina masih ada di nama-nama keluarga (Misalnya, asal
Hata (秦) klan yang memperkenalkan tenun ke Jepang
adalah Qin (秦) Dinasti Cina.nama tempat dan nama-nama kuil
Shinto di bagian barat Jepang.
Aliran besar imigran dipercepat oleh kondisi internal dan
eksternal. Faktor eksternal adalah ketidakstabilan politik terus dan kekacauan
di Korea, serta perjuangan untuk hegemoni pusat antara dinasti Cina dan
kerajaan. Gangguan ini menghasilkan sejumlah besar pengungsi yang diasingkan
atau terpaksa melarikan diri dari negara mereka sendiri. Imigran ke Jepang
termasuk kelas istimewa, seperti pejabat berpengalaman dan teknisi yang sangat
baik. Banyak dari mereka dipekerjakan di pengadilan Jepang, dan termasuk dalam
sistem peringkat resmi yang telah diperkenalkan oleh imigran sendiri. Ada
kemungkinan bahwa banyak lembaga hukum lainnya juga diperkenalkan, meskipun
sebagian daripada sistematis, dan ini mungkin pertama transplantasi hukum asing
ke Jepang.
Selama periode ini, hukum tidak tertulis Jepang dan belum
dewasa, dan dengan demikian jauh dari yang terdiri dari setiap sistem hukum
resmi. Meskipun demikian, masyarakat Jepang tidak bisa berfungsi tanpa beberapa
jenis hukum, namun tidak resmi. Hukum yang mengatur kehidupan sosial masyarakat
dapat ditemukan dalam deskripsi umum kontemporer dalam buku sejarah Cina. Yang
paling mencatat ini adalah The Record pada Pria dari Wa, yang ditemukan dalam
Sejarah Wei, menggambarkan negara Jepang bernama Yamatai (atau Yamato)
diperintah oleh Ratu Himiko pada abad kedua dan ketiga. Menurut cerita ini,
hukum adat Jepang didasarkan pada sistem klan, dengan masing-masing klan
membentuk unit kolektif masyarakat Jepang. Sebuah klan keluarga terdiri diperpanjang
dan dikendalikan oleh pemimpinnya, yang melindungi hak-hak anggota dan tugas
mereka dipaksakan dengan hukuman sesekali untuk kejahatan. Hukum pengadilan
mengorganisir pemimpin klan menjadi struktur kekuasaan yang efektif, dalam
rangka untuk mengontrol seluruh masyarakat melalui sistem klan. Bentuk hukum
ini tidak jelas diketahui, tetapi mereka dapat dicirikan sebagai adat dan tidak
resmi, sebagai kekuatan resmi jarang dapat diidentifikasi. Dalam periode ini,
pemerintahan yang lebih kuat dan sistem hukum yang lebih maju daripada hukum
klan tidak resmi dari kepala klan berjuang diperlukan efektif untuk mengatur
masyarakat secara keseluruhan. Yamatai pasti pemerintah pusat pertama yang
berhasil mengamankan daya yang diperlukan melalui kepemimpinan Ratu Himiko,
yang terkenal sebagai dukun. Ini mengarah pada pernyataan bahwa Yamatai
memiliki sistem sendiri primitif hukum, mungkin hukum pengadilan, yang
memungkinkannya untuk mempertahankan pemerintah atas hukum klan yang bersaing.
Akibatnya, sistem hukum secara keseluruhan membentuk pluralisme hukum primitif
dari hukum pengadilan dan hukum klan. Hal ini juga dapat menegaskan bahwa
sistem hukum seluruh ideologis didirikan pada postulat adat yang melekat pada
keyakinan keagamaan-politik perdukunan dewa-dewa politeistis dan yang disebut
Kami dan kemudian berkembang menjadi Shintoism.Masaji Chiba, "Jepang"
Poh -Ling Tan, (ed), Sistem Hukum Asia, Butterworths, London, 1997 di 91. Dua
kualifikasi dapat ditambahkan ke pernyataan ini. Pertama, beberapa hukum Korea
harus telah ditransplantasikan, meskipun tanpa sistem, ini dapat dilihat oleh
sistem peringkat dalam hukum pengadilan dan adat istiadat setempat antara
imigran menetap. Kedua, hukum resmi tidak jelas dibedakan dari hukum resmi, ini
adalah karena kurangnya formalitas tertulis, meskipun hukum pengadilan secara
bertahap muncul menjadi hukum negara formal sejauh pemerintah pusat prihatin.
Untuk alasan ini, tidak dapat dipungkiri bahwa pluralisme hukum primitif telah
dikembangkan berdasarkan pada pengadilan dan hukum klan, sebagian dengan hukum
Korea dan sangat dengan hukum adat. Ciri-ciri pluralisme hukum, namun primitif,
adalah prototipe dari sistem hukum Jepang yang dikembangkan pada
periode-periode kemudian ke pluralisms hukum yang lebih terorganisir.
Perkembangan modern dan Hukum Jepang Hari Modernisasi
awal hukum Jepang terutama didasarkan pada sistem hukum Eropa kontinental dan
kurang Anglo-Amerika elemen. Pada awal Era Meiji., Sistem-terutama Eropa hukum
hukum sipil Jerman dan Perancis-adalah model utamauntuk sistem peradilan dan
hukum Jepang. Setelah Perang Dunia Kedua, sistem hukum Jepang mengalami
reformasi besar di bawah bimbingan dan arahan pimpinan Pekerjaan. Amerika hukum
itu pengaruh terkuat, pada waktu penggantian dan pada waktu yang dilapisi ke
aturan yang ada dan struktur. Konstitusi, prosedur hukum pidana, dan hukum
perburuhan, semua penting bagi perlindungan hak asasi manusia, dan hukum
perusahaan secara substansial direvisi. Oleh karena itu, sistem hukum Jepang
saat ini pada dasarnya adalah hibrida dari benua dan Anglo-Amerika struktur
hukum, dengan kuat yang mendasari "rasa" dari karakteristik Jepang
dan Cina adat. Sementara aspek historis tetap aktif dalam hukum, sekarang
Jepang juga merupakan dinamis sistem yang telah mengalami reformasi besar dan
perubahan dalam dua dekade terakhir serta.
PENUTUP
KESIMPULAN
Sistem Pemerintahan Jepang adalah negara kekaisaran, yang
mana kepala negaranya seorang kaisar dengan kepala pemerintahan seorang perdana
menteri. Raja hanya merupakan simbol pemersatu bangsa Jepang, sementara perdana
menteri adalah orang yang ditugaskan atau berperan besar dalam menentukan
setiap arah kebijakan yang ditempuh oleh negara tersebut.
Jepang memiliki ideologi yang di sebut HakkoIchiu
(Delapan Penjuru Dunia Di Bawah Satu Atap) ideologi ini sangat diyakini oleh
bangsa Jepang. Menurut ideologi ini, Jepang ditakdirkan untuk menguasai dunia.
Ideologi HakkoIchiu ditanamkan pertama kali dimulai melalui proses sosialisasi
di kalangan guru. Para guru inilah yang ditugasi untuk menanamkan dan
menyebarkan ideologi ini.
Wajar sekali jika negara jepang menjadi negara maju
karena negara ini memiliki pemimpin yang sangat bertanggung jawab. Contohnya :
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan bahwa dia akan menyerahkan gajinya
sampai krisis nuklir akibat tsunami di Jepang berakhir. Ada juga pemimpin yang
menangis karena merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Selain itu banyak pemimpin
yang memundurkan diri karena rasa malu dan merasa bersalah. Apabila seorang
pejabat publik bersalah, secara otomatis ia akan mengundurkan diri dari
jabatannya. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Saat ini ekonomi pasar bebas dan industri Jepang
merupakan yang ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Republik
Rakyat Cina.
Sistem politik Jepang adalah menganut negara monarki
konstitusional yang sangat membatasi kekuasaan Kaisar Jepang. Sebagai kepala
negara seremonial, kedudukan Kaisar Jepang diatur dalam konstitusi sebagai
“simbol negara dan pemersatu rakyat”.
DAFTAR
PUSTAKA / REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar