KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas segala limpahan
karunia-Nya hingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta
salam semoga terlimpah curahkan kepada sang pemimpin tauladan Rasulullah SAW.
Tugas ini disusun guna memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh
dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia. makalah ini disusun dengan sederhana sesuai
dengan kemampuan yang penulis miliki.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih sangat jauh
dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis menerima saran dari pihak pembaca untuk
memperbaiki makalah yang penulis buat selanjutnya.
Saya juga mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak, dari kawan-kawan mahasiswa, dari para bloger
yang telah memberikkan bantuan dan kesempatan kepada saya untuk menyelesaikan
makalah ini.
Jakarta , 31 Desember 2014
(Penulis)
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bahasa adalah alat
untuk berkomunikasi yang digunakan manusia kepada sesama kelompok lain yang
menggunakan bahasa itu. Bahasa sebagai simbol yang bermakna yang terdiri atas
satuan-satuan tertentu yang secara fungsional saling berhubungan sebagai suatu
system. Satuan terkecil yang mengandung makna berupa kata atau frasa (kelompok
kata), sedangkan satuan yang lebih besar yang mengandung pikiran berupa
kalimat.
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan
pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan,
kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, dan
diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah
terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lain.
Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan
tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!); dan di dalamnya dapat
disertakan tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), pisah (-), dan spasi.
Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan dengan
intonasi akhir pada wujud lisan sedangkan spasi yang mengikuti mereka
melambangkan kesenyapan. Tanda baca sepadan dengan jeda.
Dalam hal inilah yang
kemudian menarik untuk diketahui tentang bagaimana pengertian kalimat, bagian-
bagiannya dan jenis kalimat tunggal. Oleh karena itu penulis berusaha
menyajikan makalah yang memberikan pemahaman tentang kalimat.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apakah
pengertian kalimat ?
2. Bagaimana
jenis-jenis kalimat ?
3. Apakah
kalimat efektif ?
C.
TUJUAN
1. Untuk
mengetahui arti dari kalimat.
2. Untuk
mengetahui jenis-jenis kalimat.
3. Untuk
mengetahui kalimat efektif.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
KALIMAT
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia kalimat diartikan sebagai kesatuan ujar yang mengungkapkan
suatu konsep pikiran dan perasaan, perkataan, dan satuan bahasa yang secara
relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual
ataupun potensial terdiri atas klausa.
Sedangkan
menurut beberapa ahli bahasa adalah :
§ Dardjowidojo
(1988) menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu ujaran atau
teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan.
§ Slametmuljana
(1969) menjelaskan kalimat sebagai keseluruhan pemakaian kata yang berlagu,disusun
menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang
dipakai hanya satu kata, mungkin lebih.
§ Kridalaksana
(2001) juga mengungkapkan kalimat sebagai satuan bahasa yang
secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, & secara
aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi bagian
kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau
merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan,
salam, & sebagainya.
§ Badudu
(1994) mengungkapkan bahwa sebagai sebuah satuan, kalimat memiliki dimensi
bentuk & dimensi isi. Kalimat harus memenuhi kesatuan bentuk sebab kesatuan
bentuk itulah yang menjadikan kesatuan arti kalimat. Kalimat yang yang
strukturnya benar tentu memiliki kesatuan bentuk sekaligus kesatuan arti. Wujud
struktur kalimat adalah rangkaian kata-kata yang disusun berdasarkan
aturan-aturan tata kalimat. Isi suatu kalimat adalah gagasan yang dibangun oleh
rangkaian konsep yang terkandung dalam kata-kata. Jadi, kalimat (yang baik)
selalu memiliki struktur yang jelas. Setiap unsur yang terdapat di dalamnya
harus menempati posisi yang jelas. Setiap unsur yang terdapat di dalamnya harus
menempati posisi yang jelas dalam hubungan satu sama lain. Kata-kata itu
diurutkan menurut aturan tata kalimat.
§ Dardjowidjojo
(1988) juga menjelaskan bahwa kalimat umumnya berwujud rentetan kata yang disusun sesuai dengan
kaidah yang berlaku. Setiap kata termasuk kelas kata atau kategori kata, &
mempunyai fungsi dalam kalimat. Pengurutan rentetan kata serta macam kata yang
dipakai dalam kalimat menentukan pula macam kalimat yang dihasilkan.
Dari definisi diatas menunjukkan bahwa kalimat
merupakan suatu bagian dari sub paragraf dan bagian terkecil dari suatu wacana,
kalimat mempunyai awal dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik,
tanda tanya, dan tanda seru. Dan didalam kalimat disertakan tanda dengan tanda
baca seperti koma (,) titik dua (:) dan spasi.
B. JENIS-JENIS
KALIMAT
1. Berdasarkan
Pengucapan
Kalimat dapat dibedakan menjadi
2 jenis, yaitu:
a)
Kalimat
Langsung
Kalimat langsung adalah
kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat langsung juga dapat
diartikan kalimat yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang
ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“….”) dan dapat
berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.
Contoh:
- Kakak berkata: “Ohang,
tolong ambilkan segelas air minum!”
- “Saya gembira
sekali”,kata ayah,”karena kamu lulus ujian”.
b) Kalimat Tak Langsung
Kalimat tak langsung adalah
kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan orang lain.
Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah
dirubah menjadi kalimat berita.
Contoh:
- Ayah berkata bahwa dia
senang sekali karena aku lulus ujian.
- Ibu Dosen berkata tugas
itu harus dikumpulkan minggu depan
2. Berdasarkan
Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)
Kalimat dapat dibedakan menjadi
2 jenis, yaitu:
a)
Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah
kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu
predikat. Kalimat tunggal merupakan kalimat dasar sederhana. Kalimat-kalimat
yang panjang dapat dikembalikan ke dalam kalimat-kalimat dasar yang sederhana
dan dapat juga ditelusuri pola-pola pembentukannya. Pola-pola kalimat dasar
yang dimaksud adalah:
* KB + KK (Kata Benda +
Kata Kerja)
Contoh: Victoriabernyanyi
.
S P
* KB + KS (Kata Benda + Kata
Sifat)
Contoh: Ikasangat
rajin
.
S P
* KB + KBil (Kata Benda + Kata
Bilangan)
Contoh: Masalahnyaseribu
satu.
.
S P
Contoh perluasan kalimat
tunggal adalah:
1. Victoria akan bernyanyi di
Las Vegas.
2. Masalahnya seribu satu yang
belum terpecahkan.
3. Ika sangat rajin
menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
b) Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk terdiri atas
dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik kordinasi maupun
subordinasi. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas 3 jenis, yaitu:
Kalimat Majemuk Setara (KMS)
Kalimat ini terbentuk dari 2
atau lebih kalimat tunggal dan kedudukan tiap kalimat sederajat. Kalimat
majemuk setara dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, yaitu:
* KMS Penggabungan. Dua atau lebih kalimat
tunggal yang dihubungkan oleh kata dan atau serta.
Contoh:
- Kami mencari bahan dan
mereka meramunya.
- Ratih dan Ratna bermain
bulu tangkis di halaman rumah.
* KMS Pertentangan. Dua kalimat tunggal yang
dihubungkan oleh kata tetapi, sedangkan, namun, melainkan.
Kedua kalimat tersebut menunjukkan hubungan pertentangan.
Contoh:
- Indonesia adalah negara berkembang,
sedangkan jepang termasuk negara yang sudah maju.
- Bukan saya memecahkan
gelas itu, melainkan kakak.
* KMS Pemilihan. Dua atau lebih
kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata atau.
Contoh:
- Makalah ini harus
dikumpukan besok atau minggu depan.
- Aku atau dia yang akan
kamu pilih.
* KMS Penguatan. Dua atau lebih kalimat tunggal
dihubungkan dengan kata bahkan.
Contoh:
- Dia tidak hanya cantik,
bahkan dia juga sangat baik hati.
- Pencuri itu tidak hanya
dipukuli oleh masa, bahkan dia disiksa dengan sadis.
* KMS yang dibentuk dari dua atau lebih kalimat
tunggal yang dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian, untuk
menandakan suatu kejadian yang berurutan.
Contoh:
- Mula-mula disebutkan nama-nama juara
melukis tingkat SD, kemudian disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SMP.
Kalimat Majemuk Bertingkat
(KMB)
Kalimat majemuk setara
terdiri atas satu suku kaliamat bebas dan satu suku kalimat yang tidak bebas.
Kedua kalimat tersebut memiliki pola hubungan yang tidak sederajat. Bagian yang
memiliki kedudukan lebih penting (inti gagasan) disebut sebagai klausa utama
(induk kalimat). Bagian yang lebih rendah kedudukakannya disebut dengan klausa
sematan (anak kalimat).
Ada beberapa penanda hubungan
/ konjungsi yang dipergunakan oleh kalimat majemuk bertingkat, yaitu:
1. Waktu : ketika, sejak
2. Sebab: karena,
Olehkarenaitu, sebab, oleh sebab itu
3. Akibat: hingga,
sehingga, maka
4. Syarat: jika, asalkan,
apabila
5. Perlawanan: meskipun,
walaupun
6. Pengandaian:
andaikata, seandainya
7. Tujuan: agar, supaya,
untukbiar
8. Perbandingan: seperti,
laksana, ibarat, seolah‐olah
9. Pembatasan: kecuali,
selain
10. Alat: dengan+
katabenda: dengan tongkat
11. Kesertaan: dengan+
orang
Contoh:
- Walaupun komputer itu dilengkapi dengan
alat-alat modern, para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
Induk kalimat: Para hacker
masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
Anak kalimat: Walaupun
komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.
Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran
terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat atau
kebalikannya.
Contoh:
- Karena hari sudah
malam, kami berhenti dan langsung pulang.
KMS: Kami berhenti dan
langsung pulang.
KMC: Kami berhenti karena
hari sudah malam.
.
Kami langsung pulang karena hari sudah malam.h
- Kami pulang, tetapi
mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai.
KMS: Kami pulang, tetapi
mereka masih bekerja.
KMB: Mereka masih bekerja
karena tugasnya belum selesai.
.
3. Berdasarkan
Isi atau Fungsinya
Kalimat dapat dibedakan menjadi
4 jenis, yaitu:
a)
Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah
kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan
sesuatu. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!) dalam
penulisannya. Sedangkan dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan
intonasi tinggi.
Macam-macam kalimat
perintah :
* Kalimat perintah biasa,
ditandai dengan partikel lah.
Contoh : Gantilah
bajumu !
* Kalimat larangan, ditandai
dengan penggunaan kata jangan.
Contoh Jangan membuang sampah
sembarangan !
* Kalimat ajakan, ditandai
dengan kata mohon, tolong, silahkan.
Contoh : Tolong temani
nenekmu di rumah !
b)
Kalimat Berita
Kalimat berita adalah kalimat
yang isinya memberitahukan sesuatu. Dalam penulisannya, biasanya diakhiri
dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi
menurun. Kalimat ini mendorong orang untuk memberikan tanggapan.
Macam-macam kalimat
berita :
* Kalimat berita kepastian
Contoh : Nenek akan datang
dari Bandung besok pagi.
* Kalimat berita pengingkaran
Contoh : Saya tidak akan
datang pada acara ulang tahunmu.
* Kalimat berita kesangsian
Contoh : Bapak mungkin
akan tiba besok pagi.
* Kalmat berita bentuk lainnya
Contoh : Kami tidak taahu
mengapa dia datang terlambat.
c)
Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat
yang bertujuan untuk memperoleh suatu informasi atau reaksi (jawaban) yang
diharapkan. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya(?) dalam penulisannya dan
dalam pelafalannya menggunakan intonasi menurun. Kata tanya yang dipergunakan
adalah bagaimana, dimana, berapa, kapan.
Contoh:
- Mengapa gedung ini
dibangun tidak sesuai dengan disainnya?
- Kapan Becks kembali ke
Inggris?
d) Kalimat Seruan
Kalimat seruan adalah kalimat
yang digunakan untuk mengungkapakan perasaa ‘yang kuat’ atau yang mendadak.
Kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonsi yang tinggi dalam pelafalannya
dan menggunakan tanda seru (!) atau tanda titik (.) dalam penulisannya.
Contoh:
- Aduh, pekerjaan rumah
saya tidak terbawa.
- Bukan main, eloknya.
4. Berdasarkan Unsur
Kalimat
Kalimat dapat dibedakan ke
dalam 2 jenis, yaitu:
a)
Kalimat Lengkap
Kalimat lengkap adalah
kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri dari satu buah subyek dan satu
buah predikat. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap.
Contoh :
- Mahasiswaberdiskusidi
dalam kelas.
.
S
P
K
- Ibumengenakankaos
hijau dan celana hitam.
.
S
P
O
b)
Kalimat Tidak Lengkap
Kalimat tidak lengkap adalah
kalimat yang tidak sempurna karena hanya memiliki subyek saja, atau predikat
saja, atau objek saja atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap biasanya
berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan,
larangan, sapaan dan kekaguman.
Contoh:
- Selamat sore
- Silakan Masuk!
- Kapan menikah?
- Hei, Kawan…
5. Berdasarkan
Susunan S-P
Kalimat dapat dibedakan menjadi
2 jenis, yaitu:
a)
Kalimat Inversi
Kalimat versi adalah kalimat
yang predikatnya mendahului subjeknya. Kata atau frasa tertentu yang pertama
muncul akan menjadi kunci yang akan mempengaruhi makna untuk menimbulkankesan
tertentu, dibandingkan jika kata atau frasa ditempatkan pada urutan kedua.
Kalimat ini biasanya dipakau untuk penekanan atau ketegasan makna.
Contoh:
- Ambilkankoran di
atas kursi itu!
.
P
S
- Sepakatkamiuntuk
berkumpul di taman kota.
.
S
P
K
b)
Kalimat Versi
Kalimat inversi adalah
kalimat yang susunan dari unsur-unsur kalimatnya sesuai dengan pola kalimat
dasar bahasa Indonesia (S-P-O-K).
Contoh:
- Penelitian
inidilakukanmerekasejak 2 bulan yang lalu.
.
S
P
O
K
- Aku dan diabertemudi
cafe ini.
.
S P
K
6. Berdasarkan
Bentuk Gaya Penyajiannya (Retorikanya)
Kalimat dapat dibedakan menjadi
3 jenis yaitu:
a)
Kalimat Yang Melepas
Kalimat yang melepas
terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh unsur utama (induk
kalimat) dan diikuti oleh unsur tambahan (anak kalimat). Unsur anak kalimat ini
seakan-akan dilepaskan saja oleh penulisnya. Jika unsur anak kalimat tidak
diucapkan, kalimat itu sudah bermakna lengkap.
Contoh;
- Saya akan dibelikan
vespa oleh Ayah jika saya lulus ujian sarjana.
- Semua warga negara harus menaati segala perundang-undangan
yang berlaku agar kehidupan di negeri ini berjalan dengan tertib dan aman.
b) Kalimat yang Klimaks
Kalimat klimaks terbentuk
jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh
induk kalimat. Kalimat belum dapat dipahami jika hanya membaca anak kalimatnya.
Sebelum kalimat itu selesai, terasa masih ada sesuatu yang ditunggu, yaitu
induk kalimat. Oleh karen itu, penyajian kalimat ini terasa berklimaks dan
terasa membentuk ketegangan.
Contoh:
- Karena sulit kendaraan,
ia datang terlambat ke kantornya.
- Setelah 1.138 hari disekap dalam sebuah
ruangan akhirnya tiga sandera warga negara Prancis itu dibebaskan juga.3.
c) Kalimat Yang Berimbang
Kalimat yang berimbang
disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk campuran,
Struktur kalimat ini memperlihatkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke
dalam bangun kalimat yang simetri.
Contoh:
- Bursa saham tampaknya semakin
bergairah, investor asing dan domestik berlomba melakukan transaksi, dan IHSG
naik tajam.
- Jika stabilitas nasional mantap,
masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan dapat beribadat dengan leluasa.
7. Berdasarkan
Subjeknya
Kalimat dapat dibedakan menjadi
2 jenis, yaitu:
a)
Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah
kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya
memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Predikat juga
dapat berupa kata kerja harus (kata kerja yang tidak dapat dilekati oleh
awalan me–saja), misalnya pergi, tidur, mandi, dll (kecuali makan
dan minum).
Contoh:
- Mereka akan berangkat
besok pagi.
- Kakak membantu ibu di
dapur.
b) Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat
yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki
predikat berupa kata kerja berawalan di- dan ter- dan diikuti oleh kata depan
oleh.
Kalimat pasif dapat dibedakan
menjadi 2 jenis, yaitu:
Kalimat Pasif Biasa
Kalimat pasif ini biasanya
diperoleh dari kalimat aktif transitif. Predikat pada kalimat ini berawalan di-,ter-,ke-an.
Contoh:
- PiringdicuciEni.
.
S P O2
Kalimat Pasif Zero
Kalimat pasif zero adalah
kalimat yang objek pelakunya(O2) melekat berdekatan dengan O2 tanpa disisipi
dengan kata lain. Predikat pada kalimat ini berakhiran -kan dan akan terjadi
penghilangan awalan di-. Predikatnya juga dapat berupa kata dasar berkelas
kerja kecuali kata kerja aus. Kalimat pasif zero ini berhubungan dengan kalimat
baku.
Contoh:
- Kupukuladik.
.
O2 P S
- Akan sayasampaikanpesanmu.
.
O2
P
S
C.
KALIMAT
EFEKTIF
Kalimat
efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat
efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah
dipahami oleh pendengar atau pembaca.
Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif :
1. KESATUAN GAGASAN
1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).
2. KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat itu harus
diubah :
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
4.
KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.
5.
KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.
Contoh kalimat efektif :
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.
BAB 111
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari pembahasan tentang kalimat maka
diperoleh beberapa kesimpulan , yaitu :
1. Kalimat merupakan bagian
ujaran/tulisan yang mempunyai struktur minimal subjek (S), predikat (P) dan
intonasi finalnya menunjukkan bagian ujaran/tulisan itu sudah lengkap dengan
makna (bernada berita, tanya, atau perintah).
2. Kalimat dapat dibeda-bedakan
menjadi beberapa jenis menurut (a) jumlah klausa pembentuknya,(b) fungsi
isinya,(c) kelengkapan unsurnya, (d) susunan subjek dan predikatnya,dan (e)
sifat hubungan aktor-aksi.
3. Kalimat inti berbeda dengan
inti kalimat. Kalimat inti adalah kalimat yang terdiri atas S dan P. Sedangkan
inti kalimat adalh kalimat yang terdiri atas inti-inti kalimat atau unsur-unsur
kalimat yaitu S-P-O.
4. Kalimat efektif adalah kalimat
yang dapat mengungkapkan maksud penutur/
penulis secara tepat sehingga maksud itu dapat dipahami oleh pendengar /
pembaca secara tepat pula. Dengan kata lain kalimat efektif adalah kalimat yang
dapat mencapai sasarannya dengan baik sebagai alat komunikasi. Kalimat efektif memiliki diksi (pilihan kata)yang tepat, tidak mengalami kontaminasi frasa ,
sesuai ketentuan EYD, baik penulisan
tanda baca dan penulisan kata.Selain itu kalimat efektif juga memiliki enam
syarat keefektifan ,yaitu adanya (1) kesatuan , (2) kepaduan (3) kepararelan,
(4) ketepatan, (5) kehematan, dan (6) kelogisan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar